Berita > Berita

BWF Akhirnya Tunda Ajang Piala Thomas & Uber 2020

Jumat, 18 September 2020 12:15:42
6316 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Badminton World Federation (BWF) dan panitia penyelenggara Piala Thomas & Uber 2020 akhirnya memutuskan untuk menunda ajang perebutan dua supremasi bergengsi tersebut ke tahun 2021. Langkah ini diambil BWF setelah sejumlah negara (Australia, Taiwan, Thailand, Korea dan Indonesia), menyatakan mundur dari kejuaraan yang rencananya akan berlangsung di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober 2020 tersebut.

Sebelumnya, mengutip pernyataan Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI, usai simulasi Piala Uber pekan lalu (11/9) di Pelatnas Cipayung, Jakarta, bahwa Indonesia telah mengambil langkah menyatakan mundur dari ajang perebutan supremasi bergengsi beregu putra dan putri Piala Thomas & Uber 2020.

Disebutkan Budiharto bahwa ada tiga alasan utama yang mendasari PBSI mengambil keputusan menarik diri dari Piala Thomas & Uber 2020. Pertama, diawali dari adanya rasa khawatir dari para atlet terhadap kemungkinan mereka akan terpapar Covid-19, baik dalam perjalanan, di tempat transit atau di tempat pertandingan.

Kedua, para atlet dan ofisial menyuarakan keraguan mereka untuk ambil bagian di turnamen bergengsi ini karena tidak ada jaminan dari BWF (Badminton World Federation), seandainya ada anggota tim yang terpapar Covid-19, terkait siapa yang akan bertanggungjawab menangani dan bagaimana penanganan selanjutnya.

Ketiga, mengacu pada dua alasan di atas, jajaran pimpinan PBSI yaitu Ketua Umum PP PBSI Wiranto, Wakil Ketua Umum I dan Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, serta Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memutuskan tim bulutangkis Indonesia mundur dari Piala Thomas & Uber 2020.

''Tim Indonesia dipastikan mundur dari Piala Thomas & Uber 2020, kami sudah mengirim surat ke Menpora dan akan segera mengirim pernyataan tertulis ke BWF mengenai hal ini. Keputusan ini diambil setelah kami berdiskusi dengan para atlet dan tim ofisial,'' kata Budiharto kepada Badmintonindonesia.org.

''Kalau ditarik dari awal, semuanya semangat karena melihat kesempatan yang begitu besar, tapi dalam perjalanan waktu dan mencermati perkembangan Covid-19 yang belum terselesaikan, baik di Indonesia maupun di negara lain, menimbulkan keraguan para atlet,'' jelas Budiharto.

Dituturkan Budiharto, para pemain menyampaikan keraguan mereka kepada tim ofisial, dan ofisial menyampaikan hal ini kepada pengurus. Dab pengurus pun sangat concern dengan kesehatan dan keselamatan para atlet dan ofisial sehingga bisa memahami dan mengerti apa yang menjadi kekhawatiran tim.

Akan keputusan BWF ini, PBSI mengapresiasi keputusan tersebut karena kesehatan dan keselamatan pemain dan stakeholder badminton merupakan prioritas utama. Sejak memutuskan untuk mundur, PBSI berharap agar pelaksanaan kejuaraan Piala Thomas & Uber 2020 ditunda.

''Kami bersyukur pada akhirnya BWF bisa memahami kekhawatiran dan kegelisahan para atlet serta stakeholder badminton lainnya tentang kondisi Covid-19 yang belum teratasi dengan baik di Indonesia maupun di negara-negara pelaksana atau peserta,'' ujar Budiharto, pekan ini (16/9) di Pelatnas Cipayung.

Dengan diundurnya perhelatan Piala Thomas & Uber 2020 ke tahun 2021, maka Indonesia berpeluang untuk ikut serta di tahun depan, dan sebagai unggulan pertama di tim putra, Indonesia masih berpeluang besar untuk memenangkan Piala Thomas.

''Baru ada informasi ditunda hingga tahun 2021, dan belum ada informasi di bulan apa, tetapi kemungkinan setelah olimpiade. Kalau ini benar, kami bisa fokus ke olimpiade dulu,'' tutur Budiharto.

Selain itu, BWF juga mengumumkan bahwa Denmark Open 2020 yang akan berlangsung di Odense, tetap akan berjalan sesuai jadwal yaitu pada 13-18 Oktober 2020. Sedangkan Denmark Masters 2020 yang rencananya diadakan pada 20-25 Oktober 2020 akhirnya dibatalkan.

Lebih lanjut disebutkan Budiharto bahwa Indonesia tetap tidak akan mengirim wakil ke Denmark Open, karena para pemain masih belum terlalu yakin dengan jaminan kesehatan dan keselamatan mereka. Mereka akan mulai bertanding lagi di kejuaraan seri Asia yang kemungkinan akan diselenggarakan di Thailand.

''Kami sudah mendapat informasi tentang jaminan, mekanisme serta prosedur yang akan dilakukan di Thailand. Secara prinsip, apa yang dilakukan Thailand jauh lebih baik dan komprehensif dari segi jaminan keselamatan bagi pemain,'' lanjutnya.

Budiharto mengatakan bahwa PBSI telah berdiskusi dengan para pemain mengenai kejuaraan seri Asia. Para pemain tidak keberatan untuk turun main di kejuaraan seri Asia yang akan dimulai pada November 2020 mendatang karena dari segi lokasi, Thailand lebih dekat dengan Indonesia sehingga waktu perjalanan lebih pendek. Selain itu, seperti telah dijelaskan Budiharto, jaminan penanganan kasus Covid-19 oleh Thailand lebih komprehensif.

Dengan adanya rencana ini, PBSI akan mengkaji ulang penyelenggaraan home tournament ketiga dengan format Piala Sudirman, seperti yang pernah diumumkan setelah ajang Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020.

Budiharto mengatakan bahwa tim Pembinaan dan Prestasi bersama tim pelatih tiap sektor akan memutuskan apakah masih perlu diadakan turnamen internal untuk melihat kesiapan atlet di turnamen seri Asia pada November mendatang. (*)

Berita Berita Lainnya