Berita > Berita

Yonex Gelar Legend’s Vision Mix & Match Badminton Challenge

Selasa, 08 Desember 2020 13:01:49
3935 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Pandemi Covid-19 yang belum berakhir ternyata melahirkan kreativitas bagi insan bulutangkis untuk menjaga gairah bermain bulutangkis tetap terjaga. Seperti halnya Yonex, perusahaan aparel bulutangkis ternama asal Jepang ini pun, melahirkan inovasi baru dalam menggelar turnamen.

Sebuah turnamen diperkenalkan Yonex, yang banyak mensponsori atlet bulutangkis Indonesia, dengan memperkenalkan sebuah tontonan pertandingan bulutangkis dengan format baru dan menghibur yang bertajuk Legend’s Vision Mix & Match Badminton Challenge 2020..

Pertandingan bulutangkis dalam format Mix & Match Challenge ini memang program baru yang diprakarsai Yonex. Ini dengan tujuan untuk menumbuhkan kembali gairah bermain bulutangkis setelah lama vakum akibat efek pandemi Covid-19 yang membuat berbagai turnamen domestik dan internasional harus dihentikan atau ditunda hingga 2021.

“Gelaran ini merupakan inovasi baru yang diinisiasi Yonex untuk menggairahkan kembali semangat bermain bulutangkis setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19 yang melanda di banyak negara. Program ini digelar untuk meramaikan kembali bulutangkis dan lebih menekankan pada unsur hiburan,” tutur Berry Tamba, perwakilan Yonex di Indonesia.



Laga format baru Mix & Match Challenge di Indonesia, akan berlangsung di Taufik Hidayat Arena, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (11/12) mulai pukul 14.00 WIB. Akan tampil bertarung dua tim yang diperkuat sejumlah pemain terbaik Indonesia yang disponsori Yonex. Yaitu tim Red Army dengan kapten Taufik Hidayat melawan Golden Patriot yang dikapteni Candra Wijaya.

Dua legenda ini dipilih sebagai kapten karena memiliki prestasi cemerlang. Prestasi hebat Taufik, di antaranya sukses merebut medali emas Olimpiade Athena 2004, Juara Dunia 2005, tiga kali merebut medali emas Asian Games, enam kali juara Indonesia Terbuka, serta dua kali memboyong Piala Thomas 2000 dan 2002.

Sementara Candra, prestasinya juga tidak kalah mengilap. Bersama Tony Gunawan, Candra menggondol medali emas Olimpiade Sydney 2000. Lalu, Juara Dunia 1997, dua kali juara All England 1999 dan 2003, empat kali juara Indonesia Terbuka, empat kali juara Jepang Terbuka, dan tiga kali merebut Piala Thomas 1998, 2000, dan 2002.

“Pertandingan pasti akan berlangsung menarik. Pemain-pemain tim Red Army tidak akan gampang menyerah dan siap menjadi pemenangnya,” tutur Taufik, dalam acara pemilihan pemain lewat livestreaming di Channel Youtube Yonex dan Facebook Yonex Badminton, Senin (7/12) siang.

Candra pun tidak mau kalah gertak. “Dengan pemain-pemain terbaik yang saya pilih, Golden Patriot pun siap memenangi laga ini. Karena ini format baru, pertandingan pasti sangat menarik dan menghibur,” sebut Candra.

Tim Red Army akan diperkuat Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian, Sony Dwi Kuncoro, Teges Satriaji dan Muhammad Nendi Novatino. Sedangkan tim Golden Patriot dibela oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo, Muhammad Rian Ardianto, Tommy Sugiarto, Gabriel Christopher Wintan Wijaya, dan Galuh Dwi Putra.

“Tak hanya tampil di nomor tunggal, saya pun siap bertanding di ganda berpasangan dengan Marcus, Fajar atau pemain lain,” kata Taufik, pemain kelahiran Pangalengan (Jabar), 10 Agustus 1981.

“Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik. Saban hari latihan. Tak hanya di ganda, saya pun siap main di tunggal seperti dulu di awal karier saya,” ucap Candra, pemain kelahiran Cirebon (Jabar), 16 September 1975.

Berbeda dengan pertandingan bulutangkis selama ini dan demi memberikan unsur hiburan yang kental, regulasi pertandingan konsep baru ini pun berbeda. Laga ini adalah sebuah kompetisi antara dua tim dengan strategi dan pertahanan.

Masing-masing tim terdiri atas enam pemain, termasuk sang kapten. Mereka akan turun bertanding di lima nomor. Yaitu, tiga partai ganda dan dua tunggal. Di partai tunggal, poin maksimal adalah 30. Sementara 15 poin untuk permainan ganda. Selama bertarung, boleh terjadi pergantian pemain. Hanya khusus di ganda, sistem pergantiannya adalah satu pasang.

Selain itu, setiap pemain hanya memiliki 10 flights atau nyawa. “Flights” adalah kesempatan untuk memenangkan pertandingan dan mereka hanya bisa memakai satu flights untuk satu poin. Artinya, tidak ada satu pun pemain yang memiliki cukup flights di lapangan dan memenangkan pertandingan itu sendiri.

Tak hanya digelar di Jakarta, Mix & Match Challenge juga berlangsung di tujuh negara lainnya. Yaitu di Jepang pada 29 November, Korea Selatan (5 Desember), China (12 Desember), India (19 Desember), China Taipei (26 Desember), Malaysia (28 Desember), dan Denmark yang waktunya akan ditentukan kemudian.

Karena masih dalam pandemi Covid-19, maka pertandingan ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penonton tidak diperkenankan datang ke arena. Bagi para penggemar bulutangkis, bisa menikmati tontonan seru dan menghibur Mix & Match Challenge persembahan Yonex ini lewat livestreaming di Channel Youtube Yonex dan Facebook Yonex Badminton. (*)

Berita Berita Lainnya