Berita > Berita

Buka Tahun 2021, Pebulutangkis Indonesia Bersiap Hadapi Tiga Turnamen di Bangkok

Kamis, 24 Desember 2020 07:09:31
3273 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Masa pandemi Covid-19 sejak bulan Maret seusai ajang All England Open 2020, praktis pebulutangkis Pelatnas Cipayung berada dalam karantina karena masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Puasa turnamen selama sembilan bulan akan segera berakhir memasuki tahun 2021.

Tak tanggung-tanggung, pebulutangkis Indonesia siap berkompetisi di tiga turnamen beruntun yang akan dilangsungkan di Bangkok, Thailand. Gelaran tur Asia ini dimulai dari Yonex Thailand Open pada 12-17 Januari, kemudian Toyota Thailand Open pada 19-24 Januari dan diakhiri dengan HSBC BWF World Tour Finals 2020 pada 27-31 Januari 2021.

Kedua turnamen Thailand Open sama-sama ada di kategori BWF World Tour Super 1000, sedangkan BWF World Tour Finals merupakan puncak dari gelaran BWF World Tour selama satu tahun, sehingga turnamen ini juga memiliki prestise tersendiri.

Menghadapi tiga turnamen beruntun setelah lama absen, tentunnya akan menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Apalagi turnamen ini akan dilangsungkan di masa pandemi, atlet dituntut untuk lebih ekstra menjaga kondisi dan kesehatan mereka.

Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto telah mendapat program persiapan khusus dari sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, jelang tiga turnamen di Bangkok. Persiapan dimulai pada akhir November, diawali dengan peningkatan latihan fisik untuk mengembalikan stamina para atlet setelah absen tanding cukup lama, agar lebih siap menuju musim pertandingan yang padat.

"Waktu bulan November, memang yang diutamakan itu mengembalikan kondisi fisik, tapi dua minggu jelang turnamen, lebih banyak latihan teknik. Saya juga banyak program kekuatan tangan, karena sudah lama nggak tanding, jadi power-nya harus ditingkatkan," jelas Rian, mengutip di situs resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

Sementara itu, Fajar merasa harus lebih siap berdaptasi dengan atmosfer pertandingan yang sudah lama tidak dirasakannya.

"Untuk atmosfer pertandingan, ya memang harus mulai dari nol lagi. Ini absen tandingnya kan lama, lamanya sudah kebangetan, jadi ada ambisi lagi sudah nggak sabar mau tanding lagi. Semoga nggak ada rasa canggung karena sudah lama tidak tanding," kata Fajar.

"Kalau kondisi fisik, kalau dari latihannya nggak terpengaruh, seharusnya tidak masalah sih. Selama ini kan kami tetap latihan terus, masa pandemi juga tidak diliburkan, jadi saya merasa tidak ada masalah dari segi fisik," lanjutnya.

Tampil semaksimal mungkin di tiga turnamen ini menjadi target Duo FajRi yang kini berada di peringkat enam dunia.

"Kami berharap bisa kembali ke jajaran lima besar," ujar Fajar. (*)

Berita Berita Lainnya