Berita > Berita

Dikalahkan Dechapol/Sapsiree, Praveen/Melati Harus Puas Runner Up

Minggu, 17 Januari 2021 15:08:46
1475 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti tak berhasil menapak posisi tertinggi pada ajang bulutangkis Yonex Thailand Open 2021. Andalan Merah-Putih ini kalah rubber game dari tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai pada laga final yang berlangsung siang ini (Minggu, 17/01) di Impact Arena, Mangkok, Thailand.

Duet PraMel yang tertinggal 3-21 di game pertama, dan sempat membuka harapan saat merebut kemenangan di game kedua 22-20. Namun, akbirnya harus puas di posisi runner up setelah kalah di game ketiga dari Dechapol/Sapsiree dengan skor 18-21.

Walau bagaimanapun, duet tuan rumah Dechapol/ Sapsiree layak menyandang sebagai juara Thailand Open 2021.

Pertahanan mereka sangat rapat, walau PraMel berusaha keras menjebol dengan pukulan-pukulan keras dengan sudut-sudut yang tajam, dapat dikembalikan dengan sempurna.

Bahkan bisa membalikkan keadaan dari ditekan menjadi penyerang yang membuyarkan pertahanan PraMel.

Dropshot Dechapol harus diakui sangat luar biasa. Duet PraMel, terutama Praveen tidak berkutik terus menerus di kala dropshot dari Dechapol di poin-poin cukup kritis dilancarkan.

Pertarungan ini di awali dengan blanknya PraMel di game pertama. Tangan Praveen seolah tidak mau di ajak bekerja sama saat memukul bola-bola dengan akurat. Bisa dikatakan 95% kesalahan sederhana yang hanya memakai waktu 9 menit, dimana game pertama selesai. Dengan skor 3-21. 😭

“Kami sedikit kecewa. Kami membuat beberapa kesalahan sendiri. Selama permainan, kami tidak bisa mengubah nasib kami dan itulah yang kami sesali,” tutur Melati, mengutip wawancara tim media Humas PBSI di Bangkok.

Game kedua, PraMel mengawali dengan gebrakan dan selalu memimpin bahkan sampai 4 poin. Lalu "kumat" lagi tangannya Praveen. 😀 Sampai 20-19 dapat disamakan lawan. Akhirnya dapat meraih game kedua dengan skor 22-20.

Pada game penentuan, langsung menggebrak. Benar-benar luar biasa pertahanan Dechapol/Sapsiree, padahal posisi mereka sudah kacau. Dan mendapatkan 3 poin pertama harus melalui jatuh bangun.

PraMel yang tertinggal terus perolehan poinnya sesungguhnya juga bermain ngotot. Seru. Setelah jeda Praveen semakin galak dan berhasil menyamakan kedudukan 13-13.

Tapi, errornya ngikut terus. 😭 Mereka pun tertinggal 15-17. Dan melalui perjuangan keras, PraMel berhasil menyamakan lagi 17-17. Entah kenapa PraMel sering melakukan serve error. Dan PraMel berusaha menekan lawan dengan hebat.

Sayang pertahanan ganda campuran Thailand ini justru di poin-poin kritis mendadak seperti tembok baja. Tidak dapat ditembus. Ketika PraMel memperlambat tempo malah error atau balik terserang dan mati. Begitu terus hingga duet Dechapol/Sapsiree menghentikan perlawanan PraMel untuk naik ke podium tertinggi.

“Kami tahu (Dechapol/Sapsiree) akan siap untuk pertandingan ini, bermain melawan kami. Sejak awal kami berada di bawah tekanan, tetapi di gim kedua kami berhasil menyamakan kedudukan. Di gim ketiga, kami berada di bawah tekanan, tetapi kami berusaha menghadapinya. Ini adalah hasilnya dan kami harus melakukan koreksi untuk masa depan," tambah Melati.

Sebelum penyerahan hadiah berlangsung, terlihat kedua pasangan saling melempar senda gurau. Satu moment yang terlihat lucu di kala penyerahan medali, dan medalinya ditaruh di atas meja tinggi disamping PraMel berdiri. PraMel dan DechaSap bengong. Ternyata para atlet harus self service mengambil hadiahnya. Ambil sendiri dan pakai sendiri medalinya. Mereka pun tertawa bersama. 😀

Sebagai runner up, Praveen/Melati membawa pulang hadiah sebesar USD 35,000 sedangkan sang juara USD 74,000.

Selamat yah! (jae)

Berita Berita Lainnya