Berita > Berita

Merah Putih Tak Bisa Dinaikkan, Atlet Juga Sedih

Selasa, 19 Oktober 2021 19:29:35
208 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Di tengah kegembiraan para pebulutangkis Indonesia yang berhasil naik ke podium juara pada ajang Piala Thomas 2020. Namun rasa sedih tak bisa ditepis begitu saja.

Indonesia naik ke podium juara Piala Thomas usai menekuk China 3-0 pada laga final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10).

Rasa sedih para pebulutangkis ini tak lain karena ajang penghormatan kepada tim juara yang biasanya menaikkan bendera kebangsaan diiringi lagu kebangsaan tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya karena sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA). Sebagai gantinya bendera PBSI yang bisa dinaikkan diiringi lagu Indonesia Raya.

Marcus Fernaldi Gideon, salah seorang andalan skuat Indonesia mengungkapkan kesedihannya. Bagi Marcus, keberhasilan menaikkan bendera Merah Putih merupakan kebanggaan tersendiri saat berlaga membawa nama bangsa. Apalagi bagi Marcus, ini merupakan pengalaman pertama menyumbangkan gelar juara merebut Piala Thomas. Indonesia terakhir kali juara pada 2002 lalu.

“Sedih, tidak ada bendera Merah-Putih. Mudah-mudahan masalah dengan WADA (Badan Antidoping Dunia) cepat selesai,” kata Marcus, Senin (18/10), seperti kami lansir dari Humas PBSI.

Ganda putra lainnya, Fajar Alfian, senang bisa menyumbangkan poin dalam final tersebut. Fajar yang berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto yang turun sebagai ganda pertama menyumbangkan satu poin kemenangan bagi Indonesia dengan mengalahkan ganda China, He Ji Ting/ Zhou Hao Dong dua game langsung 21-12 dan 21-19.

Namun, kesedihan juga dirasakan Fajar karena Merah Putih tidak berkibar.

“Tetapi semua orang tahu kalau PBSI juga adalah singkatan dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Kita tetap membawa nama Indonesia. Semoga masalah ini cepat selesai, karena kita berjuang buat Merah Putih. Apalagi ada event besar seperti Asian Games, juga Thomas Cup tahun depan,” ujar Fajar. (*)

Berita Berita Lainnya