Berita > Berita

All England Super Series 2007
Sejarah Diharap Berulang

Jumat, 09 Maret 2007 11:21:16
869 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Canda Wijaya dan Tony Gunawan punya kenangan manis di All England. Kala berduet, mereka pernah menjadi juara. Ketika berganti pasangan dengan pemain lain, masing-masing tetap mengukir hasil cemerlang. Uniknya kesuksesan itu selalu dicetak pada tahun ganjil.

Candra/Tony merenggut kampiun All England tahun 1999. Dua tahun kemudian, Tony (31), yang berganti pasangan dengan Halim Haryanto, kembali sukses. Tony/Halim pun tampil ke podium jawara tahun 2001.

Setali tiga uang dengan Candra. Saat digandengkan dengan Sigit Budiarto juga keluar sebagai pemenang. Pada 2003, Candra/Sigit mencatat hasil gilang-gemilang dengan menjadi juara pada ajang yang disebut-sebut sebagai kejuaraan paling tua tersebut.

Kini, Candra (31) kembali berdampingan dengan Tony. Pada turnamen berhadiah total 200 ribu dolar AS yang berganti kulit menjadi All England Super Series itu, keduanya mengharap sejarah manis dapat berulang kembali. Pada kejuaraan yang digelar 7-11 Maret di National Indoor Arena (NIA), Birmingham, Candra/Tony diunggulkan di posisi kelima.

''Saya sangat optimistis. Bersama Tony, saya memang ingin mengulang sejarah. Kami ingin jadi yang terbaik seperti delapan tahun silam,'' tutur Candra.

Tony, yang sejak tahun 2002 membela bendera AS, pun menyebut senada. Kendati dipisahkan jarak ribuan kilometer antara Jakarta dan California, tekad keduanya tetap seirama. Ada impian besar yang ingin dirajut tahun ini, yaitu menjadi kampiun All England.

''Keinginan kami untuk jadi juara All England lagi cukup besar,'' sebut Tony dalam jawaban surat elektronik yang dikirim khusus ke BOLA.

Tak Latihan Bersama

Karena dipisahkan tempat tinggal, Candra dan Tony harus berlatih sendiri-sendiri. Persoalan ini diakui Tony jadi kendala tersendiri. Mereka tidak bisa melakukan sparring bersama. Akibatnya persiapan ke turnamen yang tahun ini digelar untuk ke-97 kalinya itu dirasakan kurang mantap.

''Memang persiapan kami kurang karena tak latihan bersama. Jadi, kami enggak pernah sparring. Tetapi, kami mencoba yang terbaik dari apa yang kami punya,'' ujar suami Etty Tantri ini.

Walau begitu, Candra sendiri menyebut persiapan kali ini dirasakan lebih lama dibanding ketika tampil di Malaysia dan Korea Super Series, Januari silam. ''Persiapannya hampir dua bulan, setidaknya saya lebih berkonsentrasi,'' kata ayah dua anak ini.

Dulu, dengan persiapan yang terganggu pergantian tahun baru, Candra/Tony tetap bisa optimal. Kendati tidak juara, pasangan emas Olimpiade Sydney 2000 itu menjadi finalis Malaysia dan sepekan kemudian masuk semifinal Korea Super Series.

''Sekarang, siapa yang lebih siap, dialah yang bakal menang,'' sebut Tony.

Cukup Berat

Candra/Tony diunggulkan di posisi kelima. Di babak awal, Rabu (7/3), mereka mengalahkan ganda Jerman, Kristof Hopp/Ingo Kindervater, 22-20, 21-12.

Setelah itu, di babak kedua kemungkinan besar bersua pasangan Cina, He Hanbin/Guo Zhendong. Bila terus berjalan mulus, di perempatfinal bertemu unggulan keempat, Lee Yong-dae/Jung Jae-sung (Korea), ganda yang mengalahkan di semifinal Korea Super Series. Lalu, skenario di semifinal, Candra/Tony akan berhadapan dengan unggulan pertama, Cai Yun/Fu Haifeng (Cina).

''Jadi, sejak awal lawan-lawan kami enggak gampang. Tetapi, yang paling berat mungkin mulai perempatfinal karena kemungkinan besar bertemu ganda Korea,'' papar Tony.

''Lawan memang berat, tetapi saya tidak gentar. Saya akan menikmati pertandingan dulu,'' timpal Candra. (Broto Happy W./bolanews.com)

Berita Berita Lainnya