Berita > Berita

All England 2007
Pulang Tanpa Gelar

Minggu, 11 Maret 2007 10:27:25
956 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

[BIRMINGHAM] Para pemain Pelatnas Indonesia gagal membawa pulang gelar juara pada turnamen bulutangkis Superseries All England setelah terhenti di babak perempat final, Jumat (9/3) waktu setempat atau Sabtu (10/3) dini hari.

Indonesia, yang terwakili di tiga nomor di babak perempat final harus merelakan gelar juara jatuh di tangan lawan-lawan mereka. Pekan lalu, di Jerman Terbuka, para pemain Indonesia juga gagal membawa pulang gelar juara.

Pemain tunggal putra Sony Dwi Kuncoro yang lebih dulu bertanding pada perempat final di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, Jumat petang, gagal menahan pemain nomor satu dunia Lin dan dari Tiongkok sehingga menyerah 21-18, 11-21, 18-21.

Sony, yang akhir Januari lalu juga tersingkir pada babak delapan besar di Superseries Korea Terbuka, berhasil merebut set pertama 21-18, namun juara bertahan Lin mampu menyamakan kedudukan saat unggulan pertama itu memenangi set kedua 21-11.

Pada set penentuan, Sony berhasil memimpin hingga kedudukan 14-9, namun Lin bangkit untuk memenangi pertandingan sekaligus memastikan tempat di semifinal bertemu dengan rekan senegaranya Bao Chunlai yang menang atas pemain Jepang Shoji Sato 21-10, 8-21, 21-12.

''Saat tertinggal, dia mengubah tipe permainan, tidak menyerang tetapi bermain reli. Sewaktu reli itu saya kurang cepat berubah balik menyerang jadinya dia yang menyerang duluan,'' ujar Sony kepada Antara.

Selain Sony, dua perempat finalis dari Pelatnas lainnya, ganda putri Greysia Polii/Vita Marissa dan ganda campuran nomor satu dunia Nova Widianto/Lilyana Natsir juga gagal mencapai babak empat besar.

Greysia/Vita yang pada turnamen Superseries pertama, Malaysia Terbuka berhasil mencapai final, dikalahkan ganda asal Tiongkok Wei Yili/Zhao Tingting 16-21, 12-21.

Semifinalis tahun lalu, Nova/Lilyana yang menjadi unggulan pertama, kalah dua set langsung 16-21, 19-21 dari pasangan peringkat 51 dunia asal Tiongkok He Hanbin/Yu Yang.

Kekalahan mereka menggenapi gagalnya pemain Pelatnas Cipayung mengukir prestasi dalam turnamen yang menjadi ajang mengukur kemampuan pemain untuk tim Piala Sudirman Indonesia yang akan berlaga di Glasgow, Skotlandia, Juni mendatang.

Tiongkok memastikan gelar tunggal putra setelah mendominasi seluruh tempat pada semifinal. Selain Lin bertemu Bao, semifinal lainnya mempertemukan pemain Tionghoa lainnya, yakni unggulan kedua Chen Jin dengan Chen Yu.

Pada tunggal putri, Tiongkok juga meloloskan tiga semifinalis, unggulan pertama dan kedua Xie Xinfang dan Zhang Ning, serta Zhu Lin. Pemain Prancis asal Tiongkok Pi Hongyan menjadi satu-satunya pemain di luar negara bulutangkis terkuat itu yang menempati satu tempat di semifinal tunggal putri.

Hal serupa terjadi pada ganda putri, pasangan Malaysia Wong Pei Tty/Chin Eei Hui menjadi satu-satu pasangan non-Tiongkok di antara unggulan pertama Gao Ling/Huang Sui, unggulan 3/4 Wie Yili/Zhang Yawen dan unggulan kedua Yang Wei/Zhang Jiewen.

Begitu pula pada ganda campuran, pasangan tuan rumah Anthony Clark/Donna Kellogg berada di antara tiga semifinalis dari Tiongkok, He Hanbin/Yu Yang, Zheng Bo/Gao Ling, dan Xie Zhongbo/Zhang Yawen.

Hanya, pada ganda putra Tiongkok meloloskan satu semifinalis, pasangan Fu Haifeng/Cai Yun yang akan berhadapan dengan pasangan juara Olimpiade 2000 Candra Wijaya/Tony Gunawan, sedang semifinal lainnya antara juara Asian Games Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia dan unggulan kedua Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen.

Mantan ganda Pelatnas Candra/Tony menundukkan unggulan keempat asal Korea Jung Jae-Sung/Lee Yong-Dae 21-18, 23-21. [W-11/suarapembaruan.com]

Berita Berita Lainnya