Berita > Berita

Superliga Badminton 2007
Tsuen Seng Jadi Duta

Jumat, 06 April 2007 00:02:32
791 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

''Kalau nanti bertemu pemain-pemain top dunia yang lain, saya pasti akan mempromosikan bahwa di Indonesia ada liga bulutangkis. Saya yakin mereka pasti tertarik untuk bermain di sini,'' ucap Lee Tsuen Seng.

Pemain asal Kuala Lumpur Racket Club (KLRC), Malaysia, ini mengaku sangat tertarik berlaga pada seleksi Djarum Superliga Badminton 2007, yang berlangsung di GOR Sudirman, Surabaya, 3-6 April. Alasannya adalah pemain berusia 28 tahun itu bukan saja bisa mengukur kemampuan. Dia pun mendapat bayaran menggiurkan dalam waktu relatif pendek.

''Di sini saya cuma main sebentar, tetapi dapat uang besar. Apalagi penontonnya juga banyak. Liga bulutangkis memang menarik dan harus mendunia seperti sepakbola. Negara lain pun perlu segera membuat liga bulutangkis,'' sebut pemain berperingkat 21 dunia itu.

Bahkan, karena Malaysia belum menggulirkan liga, dia berharap suatu saat klubnya, KLRC, bisa tampil bersama Superliga Badminton Indonesia. ''Kalau ada klub Malaysia boleh tampil di sini, pasti akan bertambah ramai,'' ucapnya.

Tsuen Seng tampil di liga yang memperebutkan Piala Presiden dan hadiah total Rp 900 juta ini di bawah bendera klub Musica Champion Kudus, yang juga diperkuat juara All England 1993 dan 1994, Harianto Arbi. ”Saya dengar Chen Hong juga mau main, tetapi dilarang Li Yongbo. Kalau dia jadi tampil, pasti liga akan menarik sekali,” tutur pemain yang pernah mengalahkan Taufik Hidayat pada final Piala Thomas 2002 di Guangzhou tersebut.

Selain Tsuen Seng, juga ada lima pemain asing yang tampil dan jadi duta di liga bulutangkis. Mereka adalah Nguyen Tien Minh asal Vietnam di klub BPKD Kutai Kertanegara, Hayasaka Kouhei, Iwawaki Nineo (Jepang/Ratih Banten) di putra, serta Era Yuria, dan Miyoshi Nao (Jepang/Ratih) di putri.

Karena mendapat sesuatu yang baru itu, dia berjanji akan berlaku layaknya duta Djarum Superliga Badminton. ''Nanti saat mengikuti Kejuaraan Asia saya akan berbicara dengan pemain lain agar mau bermain di sini,'' tambahnya. Kejuaraan Asia bergulir di Johor Bharu, Malaysia, 10-15 April.

Duel Semifinal

Hari Kamis (5/4) malam mulai digelar babak semifinal. Namun, siang harinya berlangsung pertarungan terakhir di penyisihan grup. Di Grup A, baik Musica Champion maupun Mutiara Bandung, yang menggulung Wima Surabaya, South Suco Makassar, dan Randik Palembang dengan 5-0, akan berebut juara grup.

Akankah mereka fight di partai terakhir penyisihan?

Mutiara Bandung sepertinya akan menyimpan tenaga demi partai lebih vital di semifinal. ''Namun, bagaimana strateginya belum diputuskan. Lihat kondisi terakhir saja,'' sebut Sian Sugianto, ofisial Mutiara.

Sebaliknya Musica lebih memilih untuk bertarung biasa. Mereka tidak mau menyimpan tenaga atau memilih lawan. ''Kami tetap akan bertarung biasa. Tetap fight dan tidak mau menyimpan tenaga. Apalagi kemampuan lawan di semifinal juga merata,'' kata manajer Rudy Heryanto.

Dengan begitu, pertarungan di empat besar dipastikan ketat. Mutiara, Musica Champion, BPKD Kukar, dan Ratih Banten pasti akan berjibaku. Maklum, dari seleksi di Surabaya ini hanya diambil tiga tim terbaik.

Jadwal Pertandingan (WIB)
Kamis (5/4)
Pukul 09.00 – Mutiara Bandung vs Randik Sumsel (Grup C); Semen Gresik vs Kotab Dishub Bandung (D)
Pukul 12.00 – Musica Champion Kudus vs Mutiara Bandung, Randik Sumsel vs Wima Surabaya (A); BKPD Kutai Kertanegara vs Ratih Banten, Kotab Dishub Bandung vs Indo Cafe Medan (B)
Pukul 19.00 – Semifinal Putra-Putri

Jumat (6/4)
Pukul 15.00 – Perebutan Peringkat III Putra-Putri
Pukul 17.00 - Hiburan
Pukul 18.00 – Final Putra-Putri

(Broto Happy W./Fahrizal Arnas/bolanews.com)

Berita Berita Lainnya