Berita > Artikel > Sosok

Boonsak, Si Pembunuh Raksasa

Rabu, 09 Mei 2007 21:25:59
1164 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Boonsak Ponsana membuat kejutan besar. Dia tak hanya tampil sebagai juara tunggal putra Singapura Super Series. Di ajang turnamen berhadiah total 200 ribu dolar AS itu, andalan Thailand itu membuktikan diri sebagai si pembunuh raksasa.

Bagaimana tidak? Para pemain yang dilumat sejak babak pertama hingga meraih gelar sekaligus hadiah uang sebesar 16 ribu dolar AS adalah nama-nama besar. Tentu yang paling sensasional adalah keberhasilan menggusur pemain nomor satu dunia asal Cina, Lin Dan, di perempatfinal.

''Ini kesuksesan terbesar saya. Apalagi saya bisa mengalahkan pemain nomor satu dunia macam Lin Dan. Tentu rasanya seperti mimpi,'' ujar Boonsak.

Perjalanan pemain kelahiran 22 Februari 1982 ke podium juara termasuk mulus. Setelah mengalahkan Alamsyah (Indonesia), 21-19, 21-17, di babak kedua ia menjungkalkan Hafiz Muhammad Hashim (Malaysia), 21-14, 21-13.

Puncaknya di perempatfinal. Lin Dan, Juara Dunia 2006, dibuat tak berdaya. Dia pun menang 21-17, 7-21, 23-21. Di semifinal, andalan tuan rumah, Ronald Susilo, pun dibekapnya dengan 21-13, 21-15. Di partai puncak, pemain Cina lain, Chen Yu, ia taklukkan dengan 21-17, 21-14, Minggu (6/5) di Singapore Indoor Stadium, Kallang.

Bagi Boonsak, ini gelar ketiga dalam karier sebagai pebulutangkis. Sebelumnya, pemain utama Negeri Gajah Putih ini hanya memenangi turnamen kecil, Asia Satelit 2003. Setahun kemudian, ia menjadi kampiun di depan publiknya sendiri dengan memenangi Siam Thailand Terbuka.

Prestasi terbesarnya selama ini adalah keberhasilan maju ke semifinal Olimpiade Athena 2004. Sayang langkahnya ke final digagalkan Taufik Hidayat. Di perebutan medali perunggu pun dia dikalahkan Sony Dwi Kuncoro.

Dengan kesuksesan kali ini, paling tidak finalis Kejuaraan Asia 2006 itu mampu mengangkat Thailand makin disegani di kancah bulutangkis dunia. Selamat, Boonsak! (bhw/bolanews.com)

Berita Sosok Lainnya