Berita > Artikel > Sosok

Pengalaman Atik Jauhari Melatih Pemain Bergelar S-1 dan S-2 di Thailand

Jumat, 11 Mei 2007 08:10:56
2234 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Anton Hadiyanto, Jakarta

Pintar Atur Strategi, Siasati Latihan di Malam Hari
Pengalaman berkesan dipetik para pelatih asal Indonesia yang melatih di luar negeri. Tak jarang perbedaan menarik ditemukan jika dibandingkan dengan dunia bulutangkis nasional. Begitu pula yang dialami Atik Jauhari yang saat ini melatih pemain Thailand.

APA yang diperoleh Atik Jauhari saat melatih para punggawa Thailand di arena bulutangkis juga patut dijadikan pelajaran bagi perkembangan bulutangkis nasional. Para pebulutangkis Negeri Gajah Putih, menurut Atik, memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi.

Di pemusatan latihan nasional, pemain yang memasuki kategori senior rata-rata telah memiliki gelar kesarjanaan setingkat Strata 1(S-1). Bahkan tak sedikit yang kini sedang menyelesaikan pendidikan S-2nya. ''Termasuk Boonsak (Ponsana), dia saat ini sedang berusaha menyelesaikan pendidikan S-2. Gelar S-1 itu sudah umum. Itu memberikan perbedaan antara pebulutangkis di Indonesia dan yang ada di Thailand,'' tutur mantan pasangan Christian Hadinata di ganda pria ini saat masih aktif bermain.

Tingginya tingkat pendidikan para pebulutangkis Thailand ini memberikan keuntungan bagi para pelatihnya. Menurut Atik, kemampuan mereka menyerap materi latihan cukup mudah. Ini juga berimbas saat mereka bermain di lapangan. Strategi permainan mereka cukup fleksibel tergantung lawan yang dihadapi dalam permainan.

''Mungkin kemampuan intelektual tinggi yang membuat mereka bisa menerapkannya dengan mudah. Ini sangat dibutuhkan bagi olahragawan bukan hanya di cabang bulu tangkis saja,'' tambahnya.

Atik mencontohkan, andalan Indonesia Taufik Hidayat memiliki kemampuan komplet untuk menjadi jagoan di cabang olah raga ini. Boonsak yang dianggap memiliki kemampuan di bawahnya, setiap kali berhadapan selalu bisa menyulitkan Taufik. Bahkan, menurut catatan Atik, permainan selalu berakhir tiga game.

Namun, aktifnya para pemain dalam menempuh pendidikan juga memengaruhi jadwal latihan yang telah disusun. Pendidikan formal, sebagian besar dilakukan pada pagi hingga siang hari. Sementara, jadwal latihan yang telah disusun mencantumkan latihan rutin dilakukan pada pagi hari.

''Untuk menyiasati hal itu latihan diganti pada malam hari. Ini harus dilakukan supaya tak ada bentrok antara pendidikan dan jadwal latihan mereka. Kami sepenuhnya menyadari hal itu,'' ujar Atik.

Meski demikian, Atik hampir tak menemui masalah indisipliner saat melatih andalan Thailand tersebut. Kedisiplinan anak asuhnya di Thailand, tambahnya, patut diacungi jempol. ''Buktinya mereka bisa membagi waktu antara pendidikan dan kariernya di bulutangkis. Keduanya bisa berjalan beriringan dengan semangat disiplin itu,'' jelasnya bersemangat.

Hal itu menjadi sebuah pengalaman berharga bagi bapak empat anak ini. Selain itu, melatih di Thailand, menurutnya, juga membuahkan keuntungan bagi dirinya. ''Jarak Indonesia-Thailand yang relatif dekat memungkinkan saya bisa pulang ke Indonesia jika ada kesempatan. Bahkan seringkali di akhir pekan saya ada di Bandung,'' imbuhnya.

Di Negeri Gajah Putih itu, Atik tak hanya menangani satu nomor saja. Para pemain di lima nomor yang dipertandingkan di cabang bulutangkis turut ditanganinya. ''Cukup melelahkan juga. Makanya saat ini saya meminta spesialisasi saja, misalnya saya di tunggal, yang lainnya di nomor ganda dan sebagainya,'' ujarnya.

Namun, segala pengalaman itu, ujarnya kemudian, berakhir tak lama lagi. Dia hanya akan menyertai para pebulutangkis Thailand hingga Olimpiade 2008 di Beijing, Tiongkok mendatang. ''Selanjutnya istirahat saja menghabiskan masa tua. Usia saya sudah hampir 60 tahun, sudah cukup rasanya mengabdi pada dunia olahraga ini,'' ujar pria yang ditemani sang istri dan anak bungsunya selama di Thailand itu.

Biodata

Nama: Atik Jauhari
Tempat/tanggal Lahir: Bandung, 14 Agustus 1949
Istri: Titik
Anak:
- Lani
- Aji Setiaji
- Hani Setiyani
- Yanuar Anas
Karir Pelatih:
- 1974 - 1999 Indonesia
- 1999 - 2004 Swedia
- 2004 - 2006 Indonesia
- Agustus 2006 - sekarang Thailand

(indopos.co.id)

Berita Sosok Lainnya