Berita > Berita

Eng Hian Hijrah ke Singapura
Di Kontrak Dua Tahun

Kamis, 24 Mei 2007 08:35:49
1551 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

JAKARTA - Eng Hian memperpanjang daftar pebulutangkis Indonesia yang hijrah ke luar negeri. Pria yang selama beberapa bulan terakhir terdaftar sebagai ganda pria PB Djarum tersebut, kemarin menyatakan akan melatih di Singapura mulai pekan depan.

''Minggu (27/5) nanti, saya akan berangkat ke Singapura. Mulai Senin, saya akan melatih di Singapura,'' kata Didi, panggilan akrab Eng Hian, kepada Jawa Pos kemarin.

Dia menegaskan hanya akan melatih di Negeri Singa. Di negeri bekas koloni Inggris itu, mantan pelatih pelatnas Asep Suharno telah lebih dulu melatih di sana. Beberapa pemain berdarah Indonesia juga telah membela Singapura, seperti Ronald Susilo, Hendri Saputra Kurniawan, dan Hendra Wijaya.

Didi memutuskan pergi ke Singapura karena ingin mengembangkan karir sebagai pelatih. Saat ini, peringkat BWF (Federasi Bulutangkis Dunia)-nya sebenarnya cukup bagus, pada urutan kedelapan bersama Rian Sukmawan. PB Djarum juga memberikan kesempatan padanya yang cukup besar untuk tampil dalam kejuaraan bergengsi internasional.

Namun, pria yang merayakan ulang tahun ke-30 pada 17 Mei lalu itu, merasakan pada usianya saat ini dia lebih baik menjadi pelatih. Meski belum memiliki pengalaman sebagai pelatih, dia yakin sukses dengan pengalamannya sebagai pemain.

''Saya berharap bisa memberikan kontribusi yang baik pada bulutangkis Singapura,'' papar Didi.

Mantan pasangan Flandy Limpele tersebut telah menandatangani kotrak selama dua tahun dengan asosiasi bulutangkis Singapura. Kontak pertama terjadi akhir tahun lalu. Pada waktu itu, Didi meminta waktu untuk menimbang.

''Saya memberikan jawaban oke bersamaan dengan All England lalu. Tanda tangan kontrak dilakukan usai Swiss Open,'' paparnya.

Berapa nilai kontrak Didi di Singapura? mantan pasangan ganda andalan Indonesia itu tidak bersedia menyebutkan. Yang jelas, fasilitas yang dia terima cukup baik. Istri (Mulyaningsih) dan putri semata wayangnya (Queen Cyla) bakal diboyong ke Singapura.

''Mumpung anak baru berusia tiga tahun, saya berharap dia bisa pandai berbahasa Inggris,'' tutur Didi.

Didi meninggalkan Pelatnas Cipayung pada 1 Februari 2006. Ketika berpasangan dengan Flandy, mereka meraih perunggu Olimpiade 2004 setelah mengalahkan Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen (Denmark) dengan skor 15-13, 15-7. Didi bersama Flandy juga sempat bermain untuk Inggris antara tahun 2001-2003. (ang/indopos.co.id)

Berita Berita Lainnya