Berita > Berita

Markis Kido/Hendra Setiawan
Pengawal Hegemoni Ganda Pria Indonesia

Minggu, 19 Agustus 2007 11:17:14
9782 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Buru Kado Ultah demi Akhiri Paceklik Enam Tahun

Enam tahun Indonesia puasa gelar juara dunia di ganda pria. Kali terakhir nomor itu mengharumkan Merah Putih ketika pasangan Halim Haryanto/Tony Gunawan merebutnya di Sevilla, Spanyol, pada 2001. Kini, ganda pria utama Pelatnas Cipayung, Markis Kido/Hendra Setiawan, berpeluang mengakhiri paceklik enam tahun.

-------

KEJUARAAN Dunia Bulutangkis XVI/2007 di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, memang bukan debut Markis Kido/Hendra Setiawan. Juara Asia 2005 yang kini bertengger di peringkat ketiga versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) per 16 Agustus itu mengawali even yang levelnya sama seperti Olimpiade ketika tertahan di perempat final kejuaraan dunia 2006 Madrid.

Memang, hasil yang tak terlalu mengecewakan sebagai pemain yang saat itu masih di bawah bayang-bayang Candra Wijaya/Sigit Budiarto maupun Luluk Hadianto/Alvent Yulianto. Belajar dari pengalaman seniornya, pasangan kelahiran Agustus 1984 itu pun bertekad segera menahbiskan diri sebagai yang terbaik di dunia.

Peluang untuk menjadi kampiun dalam kejuaraan dunia sudah ada di depan mata. Yakni saat Markis/Hendra yang bertengger sebagai unggulan ketiga itu akan meladeni tantangan unggulan ke-13, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korsel) di final hari ini. ''Mungkin sebelum kejuaraan, kami dipandang sebelah mata. Kini saatnya kami dapat juara. Tanggung, sudah di final kalau tidak sekalian menang,'' ungkap Markis.

Pria yang baru genap 23 tahun pada 11 Agustus itu pun bertekad menorehkan gelar perdana 2007. Karena selama mengikuti enam even tahun ini, mereka belum sekalipun naik podium juara. Apalagi, Hendra juga tengah berburu kado ulang tahun (ultah). Karena lima hari lagi (24 Agustus), pemain kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, itu akan genap 23 tahun.

''Saya rasa ini menjadi kesempatan yang bagus. Karena tahun depan kejuaraan dunia tak dipertandingkan. Terlalu lama kalau masih harus menunggu dua tahun lagi,'' seloroh Hendra. Di sisi lain, finalis ganda pria Indonesia kontra Korsel tersebut mematahkan ramalan pelatih Jepang asal Korea Selatan, Park Joo Bong. Pengoleksi gelar juara dunia terbanyak (lima gelar) itu pernah memprediksi dua ganda pria terbaik dunia dari Tiongkok dan Malaysia Fu Heifeng/Cai Yun dan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, bakal bersua pada laga pamungkas. Nyatanya, mereka kandas masing-masing di perempat final dan semifinal.

Kemenangan runner-up Tiongkok Super Series, Juli lalu, membuat tuan rumah semakin berduka. Sebab, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah yang dipermalukan Markis/Hendra menjadi satu-satunya asa Malaysia untuk membukukan gelar perdana sejak kejuaraan dunia di gelar sejak 1977.

BIODATA MARKIS KIDO

Kelahiran : Jakarta, 11 Agustus 1984
Orang Tua : Djumharbey Anwar/Yul Asteria Zakaria
Klub : Jaya Raya Jakarta
BIODATA HENDRA SETIAWAN
Kelahiran : Pemalang, 24 Agustus 1984
Orang Tua : Ferry Yoegianto/Kartika Christyaningrum
Klub : Jaya Raya Jakarta

PRESTASI
Kejuaraan Asia,
Indonesia Terbuka (2005),
Jakarta Satellite,
Hong Kong Terbuka,
Tiongkok Terbuka (2006)

KIPRAH 2007
Runner-up Tiongkok Super Series (Juli)
Kuarter final Indonesia Supers Series (Mei)
Semifinal Singapura Super Series (Mei)
Babak ketiga All England (Maret)
Kuarter final Korea Super Series (Januari)
Semifinal Malaysia Super Series (Januari)

(indopos.co.id)

Berita Berita Lainnya