Berita > Artikel

Karyawan, Aset yang Sangat Berharga

Selasa, 04 April 2006 17:50:35
4452 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

BEBERAPA perusahaan bonafide di Indonesia sangat memperhatikan kesehatan para karyawannya. Mereka mengeluarkan anggaran yang tidak kecil. Namun, bukan hanya biaya pengobatan, malah mereka lebih mengutamakan pencegahan penyakit dengan menyediakan anggaran berolahraga. Tak sedikit perusahaan yang menyediakan fasilitas olahraga di kantor, menyediakan staf khusus untuk memantau aktivitas olahraga karyawan, bahkan menggelar kontes lomba kesehatan melalui program olahraga.

MANFAAT olah raga, sangat positif untuk kesehatan fisik dan mental. Itu sebabnya, ada pepatah kuno Yunani yang mengatakan, mensana in corpore sano yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Ada beberapa manfaat olahraga untuk kesehatan fisik yang sudah diketahui. Misalnya, menjaga tekanan darah tetap stabil, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, menjaga berat badan ideal, menguatkan tulang dan otot, serta meningkatkan kebugaran tubuh.

Sedangkan untuk mental, olahraga ternyata bermanfaat untuk mengurangi stres, meningkatkan rasa percaya diri, membangun rasa sportivitas, memupuk tanggung jawab, dan membangun rasa kebersamaan.

Temuan baru dari Daniel M Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Universitas Arizona, menambah panjang daftar manfaat olahraga bagi mental atau psikis, yakni meningkatkan kekuatan otak untuk berpikir jernih.

Anda bayangkan kalau seorang karyawan rajin melakukan kegiatan fisik atau olahraga, tentu dia lebih produktif dan kreatif, kata dr Imran A Nurali, spesialis kesehatan olahraga, kepada Pembaruan, di Jakarta, Selasa (28/3).

Berangkat dari kenyataan itu, lanjutnya, perusahaan memang perlu mendorong atau menyediakan fasilitas olahraga bagi karyawan. Dalam hal ini, karyawan ditempatkan sebagai aset perusahaan yang sangat berharga.

Selama ini, karyawan sering kali diabaikan sebagai aset perusahaan yang sangat berharga karena dianggap sudah digaji. Akibatnya, kesejahteraan dan kesehatan karyawan, sering tidak diperhatikan, ujar Imran.

Menurut dia, sebagian besar perusahaan memang sudah memberikan perhatian untuk kesehatan karyawan, melalui medical check up dan ganti rugi biaya perawatan serta obat-obatan untuk karyawan yang sakit.

Namun sebenarnya, perusahaan dapat menunjukkan perhatian terhadap kesehatan karyawan lewat kegiatan olahraga yang dapat berimplikasi pada efisiensi biaya. Daripada harus keluar duit untuk bayar tagihan rumah sakit yang mahal atau untuk obat-obatan, lebih baik uangnya digunakan untuk memfasilitasi kegiatan olahraga bagi karyawan. Manfaatnya bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga produktivitas dan semangat kerja karyawan, kata Imran.


Kesadaran

Dia mengungkapkan, kesadaran berolahraga memang harus datang dari setiap individu. Namun bagi karyawan yang memiliki keterbatasan waktu dan terlalu sibuk bekerja, akan lebih baik jika perusahaan memberi perhatian dengan menyediakan fasilitas olahraga.

Imran mengatakan, akan lebih baik jika fasilitas olahraga yang disediakan, didukung oleh kebijakan perusahaan untuk mendorong karyawan agar memanfaatkan fasilitas itu. Tujuannya, tentu agar fasilitas yang disediakan tidak mubazir.

Oleh sebab itu, lanjut dia, fasilitas olahraga yang disediakan harus disesuaikan dengan kebutuhan karyawan. Artinya, karyawan dilibatkan saat pengambilan keputusan. Bukan hanya menjadi pelaku dari kebijakan terkait kegiatan olahraga yang dirancang perusahaan.

Dia mengungkapkan, kesadaran akan pentingnya olahraga bagi karyawan, membuat semakin banyak perusahaan yang mulai memperhatikan hal itu. Namun diakuinya, kebanyakan adalah perusahaan asing dan beberapa perusahaan lokal yang cukup bonafide.

Imran menambahkan, perusahaan tidak perlu merancang program olahraga yang mahal atau berat. Bisa saja olahraga ringan yang disesuaikan dengan kondisi dan waktu kerja karyawan.

Cukup dengan memanfaatkan sarana yang ada di kantor, tapi dikemas dengan program yang menyenangkan dan memacu semangat, misalnya dengan main badminton atau senam bersama, ujarnya.

(sumber:suarapembaruan.co.id)

Berita Artikel Lainnya