Berita > Artikel

Kompetisi Obesitas dan Membentuk Otot di Kantor

Selasa, 04 April 2006 18:01:09
1974 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

PT Unilever Indonesia Tbk (Unilever), selangkah lebih maju dalam memperhatikan kesehatan karyawan. Buktinya, bukan hanya menyediakan fasilitas fitness center, perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan kebutuhan rumah tangga itu, juga mempekerjakan staf khusus yang bertanggung jawab dalam kegiatan olahraga bagi karyawan.

Unilever sadar bahwa menyediakan fasilitas olahraga saja tidak cukup. Harus ada seseorang yang bertanggung jawab memberikan motivasi kepada karyawan dan menciptakan program-program supaya fasilitas olahraga betul-betul digunakan oleh karyawan, kata Senior Medical Advisor Unilever, Johny Sulistio, kepada Pembaruan, di Jakarta, Selasa (28/3).

Dia mengatakan, sejak November 2001, Unilever telah menyediakan fasilitas fitness center bagi karyawannya. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga tempat fitness center yang disediakan, yakni di kantor utama Unilever dan dua kantor cabang.

Layaknya fitness center yang dibisniskan, fasilitas olahraga di kantor Unilever itu, juga dilengkapi tenaga instruktur. Bahkan, ada program-program khusus yang diberikan, seperti senam aerobik dan pembentukan tubuh, serta power dance.

Menurut Johny, ide menyediakan fitness center tercetus dari keinginan manajemen yang ingin membuat vitalitas karyawan menjadi prima, sehingga dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan. Hal itu, disesuaikan dengan salah satu motto Unilever, yaitu vitalitas.

Setelah melalui kesepakatan bersama antara perusahaan dengan karyawan, diputuskanlah untuk menyediakan fitness center sebagai salah satu fasilitas di kantor Unilever. Manajemen juga menugaskan tim khusus untuk menciptakan program-program yang dapat terus menghidupkan fitness center.


Masalah Kesehatan

Salah satu program yang dijalankan adalah olahraga yang diresepkan. Untuk program itu, karyawan yang memiliki masalah kesehatan diarahkan untuk melakukan kegiatan olahraga dengan gerakan fisik tertentu.

Misalnya, untuk karyawan yang memiliki cedera punggung, ada gerakan senam tertentu yang disarankan dilakukan oleh mereka agar fungsi punggungnya kembali normal. Program ini, masuk dalam kategori rehabilitasi kesehatan.

Ada juga program lain, seperti kompetisi untuk kelompok karyawan yang mengalami obesitas atau ingin membentuk otot.

Dalam periode tertentu, misalnya tiga bulan, karyawan dipantau perkembangannya sesuai kategori yang dikompetisikan. Kegiatan ini, masuk dalam kategori monitor.

Sedangkan yang masuk kategori follow up, biasanya dalam bentuk program tertentu untuk karyawan yang ingin melakukan kegiatan olahraga di luar kegiatan dan fasilitas yang disediakan Unilever.

Lewat program-program khusus, kami harapkan karyawan tidak merasa keberadaan fitness center semata-mata sebagai sarana untuk kegiatan olahraga, tetapi juga memotivasi mereka untuk hidup sehat, ujar Johny.

Apa yang diutarakan Johny, menunjukkan betapa pentingnya olahraga untuk kesehatan karyawan. Sebegitu pentingnya, sehingga perusahaan memang perlu menyediakan fasilitas olahraga dan mendorong karyawan untuk melakukan aktivitas itu. Adakah perusahaan Anda cukup peduli?

(sumber:suarapembaruan.co.id)

Berita Artikel Lainnya