Berita > Artikel > Sosok

Mia Audina Pensiun
Ada Saat Datang, Ada Saat Pergi

Selasa, 22 Agustus 2006 20:32:41
2897 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Oleh: Broto Happy W.

Mundurlah selagi di puncak prestasi. Pameo itu rupanya diingat betul oleh Mia Audina. Pebulutangkis kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1979, yang 20 tahun kemudian membela Belanda itu sudah mengambil keputusan bulat. “Benar, saya mundur dari bulutangkis,” katanya.

Keputusan gantung raket itu dinyatakan Mia setelah bertemu dengan pelatih tim nasional Belanda, Martijn van Dooremalen, Rabu (16/8) di Niewegein. Sebenarnya, Mia sudah lama mengutarakan niatnya untuk mengundurkan diri, tapi selalu tertunda. Enam hari menjelang ulang tahunnya yang ke-27, akhirnya Mia menyatakan pensiun.

“Mau apa lagi? Saya sudah banyak memperoleh apa yang ingin saya dapatkan. Makanya ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk mengundurkan diri. Ada saat datang dan ada saat pergi,” sebut Mia melalui telepon selulernya saat dihubungi ke Rotterdam, Minggu (20/8) malam.

Mia menjelaskan bahwa dia tidak ingin mengambil keputusan gantung raket itu saat dirinya mulai meredup prestasinya atau karena tengah cedera. Mia ingin mundur saat masih berada di puncak. Mengacu pada peringkat IBF per 18 Agustus, Mia menduduki posisi enam dunia.

“Cukuplah saya berkiprah di bulutangkis. Makanya saya berketetapan hati mengundurkan diri saat masih disegani,” sebutnya.

Dituturkan pahlawan Piala Uber Indonesia di Jakarta 1994 dan Hong Kong 1996 itu, 24 tahun menekuni olahraga tepok bulu bukanlah waktu yang sangat singkat. Putri pasangan Rivan Tjiptawan dan mendiang Lanny Susilawati ini mulai diperkenalkan pada raket sejak usia tiga tahun.

Sepanjang hidupnya, Mia selalu sibuk dengan olahraga tepok bulu. Prestasi fenomenalnya pun diukir ketika usianya belum genap 15 tahun dengan menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Cina pada final Piala Uber 1994. Dua keping medali perak Olimpiade Atlanta 1996 dan Athena 2004 sudah membuktikan bagaimana prestasi Mia itu. Belum lagi gelar-gelar dari turnamen seri grand prix IBF.

“Dengan berbagai gelar juara itu, rasanya saya sudah sampai pada kesimpulan untuk mengundurkan diri. Saya harus stop dari bulutangkis,” tambah istri Tylio Lobman, penyanyi gospel Belanda itu.

Untuk Keluarga

Setelah mundur, Mia akan mencurahkan seluruh waktunya untuk Tylio, lelaki yang menikahinya tahun 1999. Mia merasakan inilah saatnya untuk membalas budi baik Tylio yang selama dirinya bermain raket selalu mendukung dan menemaninya ke mana saja Mia pergi.

“Ganti sekarang saya akan membantu Tylio. Sekarang waktu yang ada akan saya curahkan untuk keluarga. Apalagi, saat ini Tylio membutuhkan dukungan,” tambah Mia.

Menurut Mia, sebagai penyanyi gospel kesibukan Tylio juga makin bertambah. Selain menyiapkan album baru, dia juga sibuk membuat klip video untuk MTV Asia.

“Tylio saat ini membutuhkan dukungan saya agar kariernya berjalan mulus,” tutur Mia.

Selain mendukung suami, Mia juga akan memulai lembaran baru sebagai pengusaha. Dia akan membuka bisnis perhiasan di tempat tinggalnya.

“Saya memang tertarik untuk menekuni bisnis perhiasan. Pokoknya berbagai perhiasan, entah itu emas, intan, berlian, dll.,” sebutnya. “Mungkin Mas Broto mau ikut menambahi modal saya?” gurau Mia dari seberang telepon.

“Semoga lembaran baru yang akan saya lakukan juga sukses seperti ketika sebagai pemain bulutangkis. Doakan, ya!” kata Mia.

Jangan khawatir, Mia!

Mia Audina
Lahir: Jakarta 22 Agustus 1979
Postur: 162 cm/60 kg
Suami: Tylio Lobman
Orangtua: Rivan Tjiptawan/Lanny Susilawati
Pindah ke Belanda: 1999
Prestasi Puncak: Medali perak Olimpiade Atlanta 1996 dan Olimpiade Athena 2004, merebut Piala Uber 1994 dan 1996

Sumber:bolanews.com

Berita Sosok Lainnya