Berita > Artikel > Sosok

Hadi Sugianto
Antara Karir dan Cinta Keluarga

Sabtu, 09 September 2006 09:32:32
1938 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

SOSOKNYA tinggi besar. Pembawaannya kalem. Itulah Hadi Sugianto. Ditemui sehabis menyantap Mie Ayam di GOR Suryanaga, Surabaya, Hadi menceritakan perjuangannya dalam mempertahankan keutuhan keluarga di tengah karir kepelatihan yang terus melejit.

Hadi merupakan pribadi yang sukses menggeluti dunia bulutangkis, baik sebagai pemain dan pelatih. Pada era 90-an, banyak gelar juara yang diperolehnya. Ketika berprofesi sebagai pelatih, tidak sedikit pemain berprestasi yang lahir berkat sentuhannya.

Sederat nama pemain dan mantan pemain nasional seperti Alven Yulianto (ganda pria), Yunita Teti (ganda campuran), Steny Kusuma, Hendry Winarto (bermain di Spanyol), dan Wenny Rahmawati (bermain di Prancis), adalah buah kesabarannya melatih.

Hadi memulai petualangan melatih pada 1997 hingga 1998 di Brunei Darussalam. Merasa tidak ada tantangan, dia kembali ke tanah air dengan melatih di Klub Surya naga dari 1998 sampai 2003. Panggilan melatih di Pelatnas Cipayung diterimanya pada 2003-2004. Keluar dari Pelatnas Cipayung, Hadi melatih di India pada 2004-2006.

Kontrak melatih di India sebenarnya baru berakhir 2010. Namun, karena jauh dari keluarga, Hadi memutuskan mengundurkan diri tahun ini. Saya lebih memilih keluarga daripada berpisah dengan mereka. Uang memang kita butuhkan, tetapi buat apa kalau rumah tangga tidak harmonis, ujar bapak beranak dua itu serius. Saya paling tidak kuat kalau anak-anak terus menanyakan kapan pulang, imbuhnya.

Bahkan, tawaran kontrak yang datang kepadanya hingga sekarang belum dia tanggapi. Sampai sekarang banyak tawaran melatih di luar Surya- naga baik dari dalam maupun luar negeri, tetapi saya masih ingin berkumpul dengan keluarga, tuturnya.

Saat ditanya mengapa tetap bertahan di Suryanaga, pria asal Malang itu membeberkan nuansa kebersamaan yang menjadi pertimbangannya. Kembali ke klub Suryanaga setelah sempat meninggalkannya dua tahun, sekarang Hadi kebagian melatih bagian pemula dan remaja. Dulu saya memegang semua bagian, sekarang sudah dibagi-bagi, tuturnya.

Kendati menangani bagian junior, Hadi tampaknya tetap bersemangat. Kepuasan menjadi seorang pelatih adalah ketika mereka sukses, lanjutnya.

Menjalani profesi sebagai pelatih memang sudah menjadi pilihan hidupnya. Kegiatannya sehari-hari adalah melatih. Hadi menyebutkan tidak memiliki sambilan yang lain. Saya sangat bahagia dengan profesi ini. Dasarnya saya memang tidak suka kerja kantoran, terlalu formal, katanya. Saya akan menjalaninya selama saya mampu, tambahnya.

Telah sembilan tahun pria berumur 33 tahun itu menekuni dunia kepelatihan bulutangkis. Namun, ketika ditanya target apa yang ingin digapai, Hadi dengan ringan menjawab hidup ini sudah ada yang mengatur. Di mana saya berada, saya akan berikan yang terbaik, katanya.

Pria yang sekarang berdomisili di Wonorejo, Rungkut, Surabaya itu memberi pesan kepada atlet-atlet muda untuk serius berlatih. Untuk meraih yang terbaik butuh perjuangan keras. Berpikirlah pada proses yang baik karena hasilnya nanti juga akan baik, pungkasnya.

Biodata
Nama : Hadi Sugianto
Lahir : Malang 27 Maret 1973
Agama : Islam
Istri : Umi Ulfah
Anak :
- Difa Fitra Mahendra (6 tahun)
- Muhammad Rafli (3 tahun)

Prestasi Sebagai Pemain:
Juara Dunia Junior 1990
Juara Jerman Open 1991
Juara Dutch Open 1991
Juara Polandia 1994

Karir Melatih:
Pelatih di Brunei Darussalam 1997-1998
Pelatih di Klub Suryanaga 1998-2003
Pelatih di Pelatnas Cipayung 2003-2004
Pelatih di India 2004-2006
Pelatih di Suryanaga 2006-...

Sumber:indopos.co.id

Berita Sosok Lainnya