Berita > Artikel

Program Latihan ke Kuba
KONI Pusat Janji Beri Dukungan

Jumat, 13 Oktober 2006 08:56:06
1565 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Program pelatihan untuk atlet muda di Kuba, yang dicetuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga, mendapat sambutan bagus dari KONI Pusat. Meskipun belum jelas benar bentuk nyata program kerja sama antarinstitusi pemerintah yang awalnya dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, KONI Pusat tetap melihat program itu dapat memberi nilai tambah untuk kemajuan olahraga Indonesia. Berikut ini pandangan Wakil Ketua Umum III KONI Pusat, Sri Sudono Sumarto, yang disampaikan kepada wartawan BOLA, Donny Winardi.

------

“Sebenarnya program pelatihan di Kuba yang dicetuskan Menegpora itu belum menjadi pembahasan rinci di KONI Pusat. Memang sudah ada komunikasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat, tetapi formulasinya belum mengerucut, apalagi setelah tahu anggaran olahraga nasional dari APBN yang disetujui Bapenas jauh lebih kecil dari yang diajukan.

Pada dasarnya KONI Pusat mendukung program tersebut. Namun, dengan hanya disetujui Rp 613 miliar dari pengajuan Rp 1,2 triliun untuk anggaran olahraga nasional, saya pikir perlu rancangan yang sangat matang agar program pelatihan di Kuba ini efektif.

Salah satu yang sekilas sudah saya bicarakan dengan Sekretaris Menegpora adalah seleksi yang ketat untuk atlet dan pelatih yang akan dikirimkan ke Kuba. Kalau pernah disebutkan jumlahnya 100-an, mungkin akan dikurangi hingga 50 orang saja untuk tahun pertama.

Cabang Individual

Mengapa saya setuju dengan pemilihan Kuba sebagai tempat pemusatan latihan? Mereka kan negara yang tidak lebih kaya dari Indonesia. Fasilitas yang mereka miliki pun sangat sederhana, tetapi prestasi olahraganya jauh lebih baik dibanding kita. Berarti mereka punya ilmu yang harus kita tiru. Transfer ilmu itu yang harus kita dapatkan. Kita harus mampu mengetahui intisari ilmu olahraga Kuba, bukan sekadar kulitnya saja.

Kalau kita mengacu ke negara-negara Eropa atau Amerika Serikat, biayanya bisa sangat besar. Sudah tidak rasional lagi dengan anggaran yang kita miliki. Di Kuba kita bisa mengalokasikan biaya lebih murah untuk mendapatkan hasil maksimal. Itu juga merupakan poin penting dari program ini.

Karena biaya yang ada juga terbatas, sudah pasti kita harus lebih selektif mengirimkan cabang olahraga untuk latihan di Kuba. Menurut saya, kita harus lebih fokus pada cabang-cabang individual yang di ajang kompetisi multicabang internasional dapat menghasilkan banyak medali.

Jika fokusnya ke cabang tim biayanya akan terlalu besar walaupun Kuba juga bagus di beberapa nomor tim, misalnya bola voli. Jadi nomor-nomor atletik, senam, atau tinju lebih pantas untuk didahulukan. Sangat penting bagi kita untuk mengacu pada prestasi Kuba di arena internasional. Di cabang olahraga yang mereka unggul, di situlah kita fokuskan program latihan ini.

Harus Atlet Muda

Program ini juga seharusnya dikhususkan untuk atlet-atlet muda yang sudah mulai menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Dalam diri mereka harus ditanamkan mental bertanding yang tangguh dan diberikan pengetahuan baru soal ilmu keolahragaan.

Kami akan bicarakan lebih detail dengan pihak Menegpora soal pemilihan atlet dan pelatih lewat data prestasi atlet dan pelatih yang dimiliki KONI Pusat. Kalau program ini diikuti atlet-atlet nasional, saya khawatir akan muncul banyak tuntutan dari mereka. Sasaran yang dituju malah tidak tercapai nantinya.

Seperti kebanyakan atlet top, atlet terbaik nasional biasanya akan menuntut macam-macam fasilitas. Tidak mungkin mendapatkan fasilitas seperti di Eropa jika berlatih di Kuba. Bisa-bisa atlet-atlet yang sudah punya nama malah tidak kerasan.

Pelatihan ini juga sebaiknya bukan program jangka pendek, melainkan jangka panjang yang harus jelas kelanjutannya. Akan percuma kalau kesinambungannya tidak dijaga. Bisa-bisa transfer ilmu yang kita harapkan tidak didapat, malah kita buang-buang biaya yang mungkin saja bisa dialokasikan untuk program lain.

Pastinya KONI Pusat dan Kantor Menegpora akan membahas lebih rinci soal program latihan di Kuba ini. Skenario awal yang disusun Kantor Menegpora tentunya berubah setelah tahu dana yang akan didapatkan untuk tahun 2007 tidak sesuai dengan yang diajukan. Contoh paling mudah ya soal pengurangan jumlah atlet dan pelatih yang akan dikirimkan, seperti yang saya bahas sekilas dengan pihak Menegpora.

Saya optimistis kerja sama yang intens antara Menegpora dengan KONI Pusat untuk merealisasikan program ini akan membuahkan hasil baik. Anggaran yang sangat terbatas membuat kita harus lebih kreatif. Di sinilah tantangannya.

Program pelatihan di Kuba mungkin salah satu langkah tepat untuk memajukan prestasi olahraga Indonesia, tanpa harus menghamburkan terlalu banyak uang. Ini pekerjaan berat yang harus kita selesaikan.

Sumber:bolanews.com

Berita Artikel Lainnya