Berita > Artikel

ICUK SUGIARTO - NINA YAROH Kehidupan itu seperti Pertandingan

Rabu, 13 Juli 2005 08:18:31
3033 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Bagi Icuk Sugiarto, hidup itu bagaikan pentas pertandingan. Dalam pentas itu, babak yang paling dramatis bisa jadi pada babak terakhir: babak yang menentukan siapa pemenang dan yang kalah.
Mantan atlet bulutangkis yang kini aktif sebagai pelatih di klub Pelita Bakrie ini paham benar, sebagai pelakon, seorang pemain tidak selalu mendapat peran sebagai pemenang. Semua sudah diatur oleh 'Sang Sutradara'.

Pengalaman berpentas dengan raket dan kok yang ditekuninya selama kurang lebih tiga belas tahun, dijadikan pedoman bagi peraih gelar juara dunia tahun 1986 ini dalam mendidik anak-anaknya. ''Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya bahwa hidup itu seperti pertandingan, kita tidak bisa selamanya menjadi pemenang. Betapapun hebatnya seorang pemain, suatu saat pasti akan kalah,'' ujar Icuk.

Untuk itulah penggemar warna hijau ini selalu menanamkan sikap rendah hati kepada Natassia Octaviani (16), Tommy Sugiarto (12), dan Jauza Fadhilla (2), putra-putri buah perkawinannya dengan Nina Yaroh, mantan pemain nasional asal Medan. ''Sebab dengan rendah hati kita tak akan silau dengan kemenangan dan tak terlalu kecewa menghadapi kegagalan,'' papar Icuk.

Gaya mendidik pasangan mantan atlet bulutangkis ini merupakan perpaduan kontras antara sifat lembut Icuk dan perangai keras sang istri. Meski demikian keduanya berusaha untuk selalu kompak. Jika istrinya memarahi salah satu anaknya, Icuk tak berusaha membelanya. Begitu pun sebaliknya. ''Meskipun saya cenderung lebih lunak dibanding istri saya, saya tidak ingin memanjakan anak-anak saya,'' terang pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini.

Sikap tersebut diambil pebulutangkis yang pernah mengalahkan Morten Frost Hansen, idolanya sendiri kala itu, untuk mendukung keinginan membentuk sikap mental yang mandiri dalam diri ketiga anaknya. ''Saya katakan kepada mereka bahwa besok, lusa, seminggu yang akan datang, atau dalam waktu yang tidak bisa ditentukan, kami sebagai orang tua mungkin saja tidak bisa mendampingi mereka lagi,'' tandas Icuk.

Oleh karena itu, kepada anak-anaknya sejak dini Icuk dan istri selalu menekankan pentingnya bersikap mandiri dan bertanggung jawab. Caranya, mereka membebaskan anak-anaknya dalam bertindak, namun selalu mengingatkan konsekuensi yang harus ditanggungnya.
''Dengan begitu, saya berharap anak-anak mampu menentukan pilihannya sendiri dan bertanggung jawab atas pilihannya,'' jelas atlet yang memulai prestasinya dengan menjuarai Piala Munadi di Semarang tahun 1974 ini.

Kendati sama-sama atlet bulu tangkis, Icuk dan Nina tak pernah memaksa anak-anaknya untuk mengikuti jejak mereka. ''Saya tidak pernah memaksa anak-anak untuk menekuni bulutangkis, semua kami kembalikan kepada mereka,'' tutur Direktur Pemandu Bakat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pusat ini.

Namun demikian, saat ini Icuk merasa senang sebab anak laki-lakinya, Tommy mulai menunjukkan keseriusannya untuk mengikuti jejak sang ayah. Keseriusan Tommy yang selalu mendapat peringkat atas di sekolahnya itu, menurut dia, timbul sendiri tanpa paksaan dari siapa pun.
''Saya mulai serius melatih Tommy setelah saya lihat keinginannya yang kuat,'' ungkap pria yang suka berkebun ini. Keseriusan Tommy, lanjutnya, dibuktikan dengan menjadi yang terbaik di level 14 tahun ke bawah untuk tingkat DKI Jakarta.

Icuk juga mengaku, ia dan istrinya tak pernah mendorong anak-anaknya untuk menjadi orang besar atau orang terkenal. ''Saya selalu mengingatkan anak-anak, yang paling penting adalah keberhasilan dalam pergaulan dan jangan pernah sekali-kali merusak nama baik orang tua,'' jelas penerima tanda penghargaan Satpalancana Kebudayaan dari mantan Presiden Soeharto ini.

Untuk mewujudkan keinginannya itu, sejak dini Icuk dan Nina memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya. Tiga kali dalam seminggu mereka memanggil guru mengaji ke rumahnya di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat. ''Alhamdulillah, sebelum kelas enam Natassia dan Tommy sudah khatam Al Quran,'' ucapnya bangga. (mg 02) ()

sumber: www.republika.co.id

Berita Artikel Lainnya