Berita > Artikel > Sosok

Lilyana Natsir disambut di Manado

Jumat, 26 Agustus 2005 10:05:47
2558 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

JAKARTA - Wajahnya terlihat sumringah saat tiba di Tanah Air setelah menempuh perjalanan jauh dari AS. Tidak terlihat lelah sedikitpun. Itu memang wajar bagi seorang Lilyana Natsir. Kurang dari setahun bermain di ganda campuran, dia telah masuk ke jajaran elit pemain dunia, setelah menjadi juara dunia bersama Nova Widiyanto.

Saat bermain di ganda putri, dia kurang berprestasi. Satu-satunya gelar yang cukup membanggakan dirinya, adalah juara PON Sumatera Selatan tahun lalu. Bersama rekan satu daerahnya, Nathalia Poluakan, dia mempersembahkan medali emas pertama untuk Sulawesi Utara.

Dia pun disanjung di mana-mana. Lilyana memang pantas mendapatkan hal itu. Perjuangannya merebut gelar juara dunia ganda campuran pertama kali bagi Indonesia setelah 25 tahun, memang cukup berat. Dia harus melalui hadangan beberapa pemain top dunia.

Butet, sapaan pemain yang tahun ini berusia 20 tahun itu, merupakan satu-satunya pemain putri Pelatnas yang berangkat ke Anaheim, AS untuk mengikuti Kejuaraan Dunia.

Atas gelar itu, dia mendapat dispensasi dari Pelatnas. Dia boleh pulang kampung. Pemain asal klub Tangkas Bogasari akan pulang ke Manado, Sulawesi Utara, mengucap syukur bersama keluarga. Selama di Pelatnas, dia hanya bisa libur dan pulang kampung saat merayakan Natal.

Saya akan pulang ke Manado sebentar, katanya akan ada penyambutan di sana. Selain itu juga ingin mengucap syukur bersama keluarga, ujar Lilyana.

Pulang kampung, bertemu keluarga meski hanya dua-tiga hari dan mengucap syukur bersama merupakan impiannya. Saya ingin berkumpul dengan keluarga, bertemu mama dan papa sebelum melanjutkan latihan untuk mempersiapkan Indonesia Terbuka. Setelah ini tidak ada kesempatan lagi, katanya.

Kesempatan pulang kampung yang hanya singkat, mungkin hanya dua atau tiga hari, akan dimanfaatkan untuk berkumpul dan bersenang-senang dengan keluarga sebelum kembali untuk berlatih di Jakarta. Biasanya orang Manado kalau sudah berkumpul pasti pesta, ujarnya dengan nada riang.

Target berikutnya setelah juara dunia, adalah merebut gelar juara Indonesia Terbuka, yang akan digelar bulan depan. Tahun lalu, Nova/Lilyana dihentikan di babak semifinal oleh pasangan Cina Zhang Jun/Gao Ling.

Setelah itu, dia ingin menyumbang medali pada Asian Games tahun depan serta menjuarai All England yang tahun ini gagal mereka raih. Kemarin sudah hampir sampai ke final tetapi gagal, mudah-mudahan tahun depan berhasil, ujarnya.

Satu kegembiraan yang bakal dia dapat lagi, tepat pada Hari Olahraga Nasional, 9 September mendatang, Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault rencananya akan memberinya bintang penghargaan atas prestasi yang diraihnya. Pada tanggal itu, dia tepat berusia 20 tahun. (W-11)

Sumber:www.suarapembaruan.com

Berita Sosok Lainnya