• Rexy Mainaky Jadi Seteru

    Selasa, 12 Desember 2006 04:34:48
    2892 klik

    [DOHA] Saat memasuki lapangan, ratusan orang Indonesia langsung berteriak-teriak Rexy, Rexy, Rexy. Yang dielu-elukan, adalah Rexy Mainaky, bintang bulutangkis ganda putra yang berjaya di era 1990-an muncul kembali di lapangan Asian Games XV di Doha, Qatar, Minggu (10/12) WIB. Dengan senyum ramah dan melambaikan tangan Rexy membalas sambutan itu.

  • Emas Terakhir Taufik?

    Jumat, 24 November 2006 15:21:36
    1209 klik

    Empat tahun yang lalu, di Busan, Korea Selatan, Taufik Hidayat menyelamatkan tradisi emas Indonesia. Dia menjadi satu-satunya pemain bulutangkis Indonesia yang menggapai emas Asian Games XIV.

  • Rambut Bucceri Sony

    Selasa, 21 November 2006 15:58:05
    1135 klik

    “Kapan foto saya dengan rambut pirang dimuat di BOLA?” tanya Sony Dwi Kuncoro. Memang, pada Kejurnas Bulutangkis Djarum 2006 di Medan, arek Surabaya itu tampil beda. Kenapa dia berubah menjadi anak gaul?

  • Mirwan, Pebulutangkis Yunior Sumut
    Mengenal Bulutangkis Sejak Usia Dini

    Jumat, 03 November 2006 08:44:58
    1951 klik

    Mirwan merupakan salah satu pebulutangkis Yunior Sumut yang sejak duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas empat telah mulai berkenalan dengan bulutangkis dibawah bimbingan orang tuanya.

  • Perjalanan Karier Iie Sumirat (5-Habis)
    Mendirikan PB & ”Melahirkan” Taufik Hidayat

    Kamis, 26 Oktober 2006 09:49:18
    8569 klik

    Sebetulnya, ada peluang Iie Sumirat untuk meraih gelar juara All England 1978. Sayangnya, ada strategi khusus Indonesia untuk peringkat pemain menghadapi Thomas Cup 1979. Liem Swie King menghadapi Rudi Hartono di final All England 1976. King kembali menantang Rudi, saat kembali terjadi all Indonesian final di All England 1978, kata Iie.

  • Perjalanan Karier Iie Sumirat (4)
    Sempat Kabur dari Pelatnas pada Tahun 1979

    Kamis, 26 Oktober 2006 09:42:53
    4497 klik

    Sambil membenahi letak duduknya, Iie meneruskan kisahnya. Pebulutangkis yang unik nan eksentrik ini menjadi citra yang melekat pada ayah enam anak ini. Media cetak yang terbit medio 1970-an menulis, Iie kerap keluar masuk Pelatnas saat itu. Menanggapi hal ini, dengan berterus terang, Iie mengakuinya.

  • Perjalanan Karier Iie Sumirat (3)
    Berjuluk ”Si Pembunuh Raksasa”

    Rabu, 25 Oktober 2006 12:09:56
    2641 klik

    Ritme bicara Iie makin berapi-api. Mengisahkan perjalanan karier yang pernah ditempuhnya merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Beberapa kali, ia lupa gelar apa saja yang pernah diraihnya. Hal ini dikarenakan ia sedang bercerita tentang serunya pengalamannya meraih juara World Badminton Championship tahun 1976 di Bangkok.

  • Perjalanan Karier Iie Sumirat (2)
    Senjata Khas Bernama ”Kedutan”

    Rabu, 25 Oktober 2006 02:59:52
    2965 klik

    Pada tahun 1969, lanjut Iie, ada semacam seleksi yang diadakan di Bandung. Maka, ia mengikutinya. Terpilihlah empat pemain wakil Jawa Barat. Dua di antaranya, Iie dan Wijaya (ayah dari peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya) dari Cirebon.

  • Perjalanan Karier Iie Sumirat (1)
    ”Meteor dari Bandung Selatan”

    Selasa, 24 Oktober 2006 08:26:52
    2713 klik

    LANTAI GOR bulutangkis di Jln. Soekarno Hatta No. 52 Bandung itu sedang direnovasi. Seorang tukang sedang membobok ubin. Seorang lagi sedang memasang keramik di sekeliling lapangan, sementara tukang lainnya hilir mudik menyediakan semen adukan.

  • Christian Hadinata
    Paling Pagi Datang di Pelatnas Cipayung

    Sabtu, 14 Oktober 2006 07:47:27
    2073 klik

    Datang Lebih Awal Dibandingkan Petugas Kebersihan. Disiplin dan kerja keras bukan monopoli kaum muda. Semangat pengabdian yang menggelora bisa menepikan faktor usia dalam berkarya. Itulah yang selama ini ditunjuk-kan koordinator pelatih nomor ganda pelatnas PB PBSI, Christian Hadinata.

‹‹ 1 ... 29 30 31 32 33 34 ››