Berita > Berita > Asian Games

Gagal di Kejuaraan Dunia 2018, Kevin/Marcus Punya Strategi Berbeda

Jumat, 17 Agustus 2018 09:47:30
2664 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Bulutangkis selalu menjadi tumpuan Indonesia di setiap ajang Asian Games. Begitu juga pada ajang Asian Games 2018 yang akan mulai berlangsung besok (Sabtu, 18 Agustus) kembali bulutangkis menjadi tumpuan untuk mendulang 1 emas sesuai target KONI.

''Kalau sesuai target pemerintah, bulutangkis hanya dipatok satu medali emas. Tapi, mudah-mudahan bisa lebih baik dari itu,'' ungkap Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PBSI, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Walau mendapat beban target meraih satu medali emas, tapi Budiharto menyebutkan skuad bulutangkis bisa membuat kejutan dengan meraih medali emas lebih dari satu seperti capaian Asian Games 2014 dimana bulutangkis menyumbangkan dua medali emas.

Melihak kekuatan dan peta persaingan atlet-atlet bulutangkis Merah Putih di kancah bulutangkis Asia, nomor ganda putra yang paling berpeluang. Selain itu nomor ganda campuran juga menjadi harapan lainnya untuk bisa berkontribusi meraih satu emas. Kedua nomor ini memang andalan Merah Putih di setiap event-event penting, baik beregu maupun perorangan.

Nomor ganda putra lewat pasangan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, yang kini duduk di peringkat satu dunia, diharapkan mampu mengulang sukses seperti Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Kala itu pasangan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan berhasil mempersembahkan medali emasi.

Sejumlah gelar juara telah diraih Kevin/Marcus di sejumlah turnamen bergengsi. Keduanya memang tak perlu diragukan lagi, namun mereka masih penasaran untuk menorehkan prestasi di multievent sekelas Asian Games 2018 yang kali ini diselenggarakan di kandang sendiri. Ini adalah Asian Games pertama bagi Kevin/Marcus, begitu pula bagi pasangan ganda putra Indonesia lainnya, Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto yang menjadi ganda kedua.

Mengemban target emas, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi, mengaku siap. Berbagai program persiapan telah dilahap kedua pasangan ganda putra dalam dua pekan terakhir, sepulang dari Kejuaraan Dunia 2018.

''Kami sudah terbiasa untuk ditarget juara, kalau buat saya sebagai pelatih, target itu jadi tantangan. Tapi yang menjalankan kan pemain, tergantung pemainnya, bisa enjoy nggak? bisa mengatasi tekanan ditarget emas atau tidak?'' ungkap Herry seperti kami lansir di situs resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

Herry juga mengaku telah mengantisipasi penyebab kekalahan Kevin/Marcus di Kejuaraan Dunia 2018 dari pasangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), di babak perempat final. Kekalahan ini memang menjadi peringatan bagi Kevin/Marcus untuk kembali memoles penampilan mereka jelang perhelatan akbar ini.

''Hasil di kejuaraan dunia memang di luar harapan, di satu sisi, yang namanya gagal pasti kami kecewa. Tapi kami lihat saja sisi positifnya, dengan kekalahan di kejuaraan dunia, tandanya itu peringatan buat kami kalau ada kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki. Kekalahan itu bikin harus mawas diri, harus persiapkan diri lagi, apalagi kami jadi tuan rumah,'' ujar Herry.

''Kalau soal permainan (Kevin/Marcus) kebaca sih kami sudah sadar sejak lama, karena kan pertandingannya direkam dan dipelajari lawan. Di kejuaraan dunia itu banyak faktor yang membuat Kevin/Marcus kalah. Untuk Asian Games, kami memang punya strategi yang agak berbeda, mengantisipasi permainan Kevin/Marcus yang sudah bisa terbaca lawan,'' katanya.

Dalam latihan persiapan jelang pertandingan yang akan berlangsung di Istora Senayan, mulai 19 Agustus mendatang, tim ganda putra banyak menjalani program latihan yang mematangkan teknik permainan dan strategi menghadapi calon-calon lawan. (*)

Berita Asian Games Lainnya