Berita > Artikel > Sportainment

Pamerkan Busana Adat Bali ke Arena Bulutangkis

Selasa, 16 November 2021 21:12:01
215 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Ada warna anyar dalam pergelaran turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2021. Hal ini berbeda dan tidak dijumpai dalam penyelenggaraan hajatan bulutangkis internasoinal yang diselenggarakan di tempat lain.

Dalam perhelatan bulutangkis di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, warna budaya lokal begitu kental. Suasana dan afmosfer Bali diusung masuk ke dalam arena.

Hal ini sangat terasa saat perhelatan bulutangkis yang menyediakan hadiah total 600 ribu dolar AS mulai digelar pada Selasa (16/11) pagi. Orang awam yang melihat pertandingan akan langsung paham kalau gelaran ini berlangsung di Pulau Dewata.

Di belakang lapangan utama terpampang tulisan "BALI" dalam huruf besar. Warna merahnya juga demikian menyolok. Ketika pemain marching masuk ke lapangan juga harus melewati gapura khas Bali.

Selain itu, busana yang digunakan hakim garis dan petugas moper atau tim pembersih karpet pun unik. Para petugas ini tampil dengan busana adat khas Bali. Mereka memamerkan busana adat ke tengah arena.

Mereka menggunakan ikat kepala atau udeng. Juga dilengkapi dengan sarung yang oleh orang Bali disebut dengan saput. Sarung ini hadir dengan motif kotak-kotak warna hitam dan putih.

Bagi masyarakat Bali, warna putih dan hitam memiliki makna penting. Warna putih melambangkan kesucian. Sementara hitam memiliki arti ketegasan atau kesungguhan.

Menurut Kepala Bidang Pertandingan Indonesia Badminton Festival 2021, Mimi Irawan, para petugas tersebut memang harus tampil beda. Ketika hadir dengan busana adat khas Bali, itu makin menguatkan kesan bahwa turnamen ini digelar di Pulau Dewata.

"Hadirnya petugas lapangan dengan baju adat ini sengaja untuk memperkuat kesan bahwa kejuaraan ini berlangsung di Bali," kata Mimi. (*)

Berita Sportainment Lainnya