Berita > Berita

Gregoria Mariska: "Rasanya nyesek ingin menangis tadi"

Kamis, 25 November 2021 15:49:19
54 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Photo: ©Humas PP PBSI

  • Photo: ©Humas PP PBSI

  • Current
Satu-satunya asa tuan rumah di nomor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, kembali gagal unjuk gigi. Dia membuang kesempatan untuk melaju ke babak perempatfinal turnamen bulutangkis SimInvest Indonesia Open 2021.

Bermain apik di game pertama dan menang mudah, tak mampu dipertahankan Gregoria di game kedua. Konsistensinya dalam kejuaraan bulutangkis seri HSBC BWF World Tour Super 1000 berhadiah total USD 850,000 yang mentas di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (25/11), tidak mampu dijaga.

"Jujur, saya masih belum puas dengan penampilan tadi karena di game kedua saya banyak melakukan kesalahan sendiri saat lawan sudah mulai mengubah pola permainan.
Sebenarnya dari awal saya menargetkan diri saya bukan untuk menang, tetapi untuk main bagus dulu. Saya pasti ingin menang tapi lawan juga ingin menang," ujar Gregoria Mariska Tunjung, mengutip liputan jurnalis PBSI di Bali.

Bahkan di game ketiga Gregoria sempat memberikan harapan segar. Setelah tertinggal 3-9, pelan tapi pasti, dia bisa bermain lebih baik dan unggul. Gregoria juga memimpin jauh hingga 19-16. Sayang setelah itu, kembali bermain ragu-ragu. Akhirnya, juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu malah takluk dengan skor 21-11, 9-22 dan 20-22.

"Rasanya nyesek ingin menangis tadi. Jujur dari ketinggalan sampai memimpin, saya tidak berasa apa pun. Saya cuma berpikir, seandainya kalah, saya tidak boleh kalah dengan melepas kesempatan itu Maksudnya, kalaupun kalah, saya harus berjuang dulu," ujar Gregoria.

Sebagai pemain tunggal putri terbaik di Tanah Air, Gregoria sebenarnya ingin memberikan yang terbaik. Tetapi performanya tidak konsisten. Berkat kekalahannya tersebut, kans untuk tampil ke BWF World Tour Finals, juga tertutup.

Dia pun memilih untuk mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Bulutangkis Dunia di Huelva Spanyol, medio Desember nanti.

"Saya berharap apa yang kurang di sini dan di pertandingan-pertandingan sebelumnya bisa diperbaiki dalam waktu beberapa minggu sebelum berangkat ke Kejuaraan Bulutangkis Dunia," tukasnya. (*)

Berita Berita Lainnya