Berita > Berita

Ikuti Jejak Taufik, Ginting Juara Sekaligus Akhiri Penantian 16 Tahun

Minggu, 30 April 2023 21:01:34
511 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Anthony Ginting

    ©Humas PP PBSI

  • Anthony Ginting

    ©Humas PP PBSI

Pebulutangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil mengakhiri penantian selama 16 tahun bulutangkis Indonesia tanpa gelar juara Asia di sektor tunggal  putra, setelah menaklukkan andalan Singapura, Loh Kean Yew pada babak final Kejuaraan Badminton Asia (BAC) 2023 di Dubai, Minggu (30/04).

Sebelum Ginting, gelar juara disabet pebulutangkis Indonesia terakhir kali oleh Taufik Hidayat kejuaraan tahun 2007. Ginting sukses mengikuti jejak Taufik seniornya yang juga alumni klub SGS PLN Bandung.

Penampilan ciamik yang disuguhkan Ginting berhasil membungkam Loh Kean Yew, juara dunia 2021 usai laga 26 menit dengan skor telak 21-12 dan 21-8.

"Sangat bersyukur saya bisa bermain cukup baik di sepanjang minggu ini, bisa menikmati pertandingan dan tenang dalam lapangan. Ini pastinya salah satu pencapaian terbaik buat saya, titelnya juara Asia kan besar juga. Semoga dari sini bisa membuat kepercayaan diri yang lebih lagi, lebih termotivasi lagi di pertandingan-pertandingan berikutnya," ujar Ginting usai laga final, mengutip rilis berita Tim Humas PP PBSI.

"Ke depan saya masih banyak target-target dan gelar-gelar yang ingin saya raih. Tapi balik dari sini saya ingin enjoy dulu, satu sampai dua hari, istirahat sebelum masuk lagi ke persiapan Piala Sudirman," Ginting menambahkan.

Menyaksikan laga menarik sepanjang game, terlihat Ginting seperti tanpa hambatan berarti menyelesaikan game pertama hanya dalam waktu 15 menit, atlet peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo itu mampu mendulang keunggulan 21-12.

Ginting langsung bermain menekan pada Loh. Lewat pukulan menyilang dan tipuan yang menjadi andalannya, Ginting secara konsisten mampu menambah poin demi poin.

Setelah unggul dengan 7-4 atas Loh, Ginting terus memperlebar jarak poin dengan lawannya menjadi 10-5, 16-7, 18-9, hingga akhirnya menutup game pembuka dengan kemenangan 21-12.

Di game kedua, Loh semakin kehilangan kemampuannya untuk bermain konsisten. Lewat umpan-umpan menyulitkan yang disajikan Ginting, Loh berulang kali tak mampu menghalau pukulan wakil Indonesia.

Bahkan jika sempat melakukan pengembalian pun, pukulan dari Loh kerap berakhir dengan error dan mati sendiri.

Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Ginting karena ia tak harus bekerja terlalu keras untuk menyabet gelar perdana dari BAC. Bahkan Ginting mampu mencapai interval lebih dulu dengan 11 poin, sedangkan Loh masih bertahan dengan dua poin.

"Saya tadi melihat kondisi lawan seperti apa dan terlihat Loh Kean Yew terlihat bermain agak bingung, shuttlecock yang kencang jadi dia tidak bisa berbuat banyak. Tidak bisa keluar dari tekanan. Saya fokusnya lebih meminimalisir kesalahan-kesalahan sendiri," Ginting menilai penampilan lawannya, Loh yang berhasil dibuatnya tak berdaya.

Tak butuh waktu lama bagi Ginting untuk menciptakan rekor baru dalam bulutangkis tunggal putra Indonesia. Pada menit ke-26, Ginting akhirnya menyabet gelar juara perdananya dari Kejuaraan Badminton Asia dengan skor akhir 21-18 pada game kedua.

Tampil di Kejuaraan Bulutangkis Asia ini, Ginting sedari awal memang merasa optimis.

"Dari awal turnamen saya memang membatasi ekspektasi, tidak mau terlalu berlebihan. Harapan pasti ada tapi tidak mau terlalu over. Itu mungkin terlihat di lapangan yang kurang ekspresif tapi itu membantu saya untuk lebih tenang dan bisa mengontrol semuanya," ujar Ginting.

Sukses menapak podium juara, Ginting pun menyampaikan terima kasihnya atas dukungan tim dan pelatihnya.

"Gelar ini untuk tim tunggal putra yang selama ini sudah saling dukung satu sama lain, baik di dalam maupun luar lapangan. Pelatih, bang Aboy (Irwansyah), koh Harry (Hartono) dan pelatih fisik juga. Tidak lupa untuk PBSI dan keluarga," ujar Ginting. (*)

Berita Berita Lainnya