Berita > Berita

Susy: ''Semua bisa terjadi di lapangan''

Jumat, 24 Mei 2019 19:38:43
1594 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tiket semifinal berhasil diamankan, Jepang akan menjadi lawan berat Indonesia berikutnya yang harus dihadapi. Tim Negeri Matahari Terbit ini melaju ke semifinal usai menyingkirkan Malaysia dengan kemenangan telak 3-0 hari ini (Jumat, 24/5) di arena yang sama di Nanning, China.

Melihat kekuatan yang ada, Jepang yang menempati unggulan dua ini diisi para pemain dengan kekuatan yang merata di semua sektor. Namun saat di babak penyisihan grup D, mereka sempat tertinggal 1-2 dari Rusia saat kecolongan nomor tunggal putra dan ganda putra. Jepang akhirnya memenangkan duel dengan Rusia dengan skor akhir 3-2. Satu kemenangan lagi direbut Jepang atas Thailand dengan skor 4-1 dan memastikan diri menjadi juara grup A.

Sedangkan Indonesia merupakan juara grup B dengan mengantongi satu kemenangan atas Inggris dengan skor 4-1 serta satu kekalahan dari Denmark dengan skor 2-3. Pada babak perempat final, Indonesia menekuk Taiwan dengan skor 3-2.

Tim Jepang menamai timnya dengan Bird Japan, memang lebih unggul dari skuat Indonesia di semua sektor, kecuali ganda putra. Walau demikian, Jepang memiliki Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda, pasangan ganda putra yang berpenampilan menawan saat bertemu ganda Indonesia di sejumlah turnamen.

Di tunggal putra dan ganda putri, Jepang memiliki andalan yang bercokol di peringkat satu dunia. Mereka adalah Kento Momota (tunggal putra) dan pasangan Mayu Matsumoto/ Wakana Nagahara (ganda putri).

"Kekuatan Jepang memang merata, tapi saat ketemu Rusia, Jepang juga sempat tertinggal. Kalau kita kupas satu-satu, ganda putra memang ramai, lihat dari head to head dulu, siapa yang akan turun? Kalau di ganda putri memang banyak kalah di pasangan kami. Tapi kan di pertandingan ini kita belum tahu, penampilan Greysia/Apriyani juga lagi naik, mereka nggak terkalahkan dari awal, mudah-mudahan percaya diri mereka naik dan tambah berani," jelas Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia, mengutip di laman resmi PBSI.

"Dengan kemenangan Praveen/Melati, percaya diri mereka sedang naik, apalagi menjadi penentu. Kami berharap mereka nanti tampil lebih baik lagi. Untuk tunggal putra, akan diturunkan antara Jonatan atau Anthony. Mereka berdua ketemu Momota kan menang-kalah. Di tunggal pun Gregoria pernah menang dari Akane," ujar Susy menyebut bagaimana peluang skuat Merah Putih.

Susy pun tak henti-hentinya memberi semangat kepada tim untuk terus berjuang hingga pertandingan benar-benar berakhir. Di atas kertas, Jepang memang lebih dijagokan untuk melaju ke final, namun bukan berarti peluang Indonesia sudah tertutup.

"Kami memang ada keinginan dan kami arahkan ke para atlet satu demi satu poin, ayo berani ngadu dulu, ngelawan dulu. Nggak usah lihat di atas kertas, atau head to head, semua bisa terjadi di lapangan kok, semangat dan berjuang dulu di lapangan," tutur pahlawan Indonesia di Piala Sudirman 1989 ini.

"Pada saat briefing ke semua tim, kami memang bilang kalau di tim harus kompak. Yang tidak main, bantu tim untuk support temannya yang sedang main, kami bantu dengan yel-yel. Jadi tadi di partai penentuan, Praveen/Melati merasa nggak sendirian. Tidak lupa tadi kami juga mengingatkan mereka untuk jangan kendor, takut juga kan kalau lagi posisi seperti itu kalau lengah," tambahnya.

Perjuangan tim Indonesia melawan Jepang di semifinal Piala Sudirman 2019 akan disiarkan langsung di stasiun TVRI, hari Sabtu (25/5) pada pukul 17.00 - 22.00 WIB. (*)

Berita Berita Lainnya